Museum Kampung Hilang di Cangkringan Gabungkan Sejarah Erupsi Merapi dan Tur Horor
Museum Kampung Hilang di Dusun Ngepringan, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi lokasi tur malam bertema dark tourism. Kunjungan kembali ke lokasi itu pada Oktober 2026 menyoroti cerita erupsi Merapi 2010 dan kisah mistis yang menyertainya.
Pak Yatin, salah satu pengelola, menyebut dusun tersebut ditinggalkan setelah erupsi Merapi 2010. Ia mengatakan 15 orang meninggal dan tiga lainnya belum ditemukan. Menurutnya, dusun itu berada sekitar 11 kilometer dari puncak Merapi, sedangkan batas wilayah yang diminta untuk dikosongkan berada dalam radius 10 kilometer.
Nama Kampung Hilang berasal dari warga karena banyak rumah kosong yang tidak lagi dihuni. Pengelola menyampaikan cerita tentang kehidupan dusun sebelum dan sesudah erupsi sebelum membawakan kisah mistis kepada pengunjung.
Yatin memperkirakan sekitar 70 persen pengunjung datang untuk melakukan siaran langsung di TikTok. Tarif bagi kreator yang melakukan siaran langsung ditetapkan melalui musyawarah dusun.
Warga turut menetapkan aturan bagi pengunjung, termasuk larangan melakukan aksi menantang dan imbauan agar cerita tidak menyimpang jauh dari kejadian sebenarnya. Yatin mengatakan museum tersebut juga ditujukan untuk mengedukasi generasi berikutnya mengenai kawasan yang pernah terdampak erupsi Merapi.