Praktik Membuat Sabun Libatkan 24 Siswa di Kayong Utara
Sebanyak 24 siswa di Kayong Utara mengikuti praktik membuat sabun dalam kegiatan pembelajaran IPA yang diarahkan pada penciptaan produk bernilai ekonomi.
Kegiatan itu menempatkan pelajaran sains tidak hanya sebagai teori di kelas, tetapi juga sebagai keterampilan terapan. Siswa diperkenalkan pada proses pembuatan produk yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Dorongan kepada guru IPA untuk mengembangkan produk bernilai ekonomi menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Pendekatan ini dapat membantu siswa melihat hubungan antara eksperimen, kreativitas, dan peluang usaha kecil.
Bagi sekolah, praktik seperti ini memberi ruang pembelajaran yang lebih kontekstual. Siswa tidak hanya memahami bahan dan proses, tetapi juga belajar bahwa pengetahuan sains dapat menghasilkan barang yang bermanfaat.